Dapat Nomor Urut 8, PKS Gunakan Atribut Kampanye Pemilu 2009

Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut ada keuntungan bagi PKS dengan mendapatkan nomor urut 8 sebagai peserta Pemilu 2019. Sebab, partainya bisa menggunakan atribut kampanye saat Pemilu 2009.

“Alat peraga kami yang (saat Pemilu) 2009 bisa dipakai lagi, he-he-he…. Karena masih banyak yang terpakai. (Pemilu 2009) Kemarin kan kita 3, angka 3 itu sekarang tinggal disambungin jadi angka 8,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada detikcom, Selasa (20/2/2018).

Baca juga: Ini Nomor Urut 4 Parpol Lokal Aceh di Pemilu 2019

Mardani mengatakan filosofi dari angka 8 sesuai dengan prinsip PKS. Delapan juga disebutnya sebagai angka hoki.

“Tentu 8 ini angka hoki. Sesuai dengan PKS, tidak ada yang menonjol di (angka) delapan itu semuanya menyatu dan sambung-menyambung antara kader pimpinan dan koalisi,” ujarnya.

Selain itu, Mardani berharap angka 8 dapat memudahkan masyarakat mengingat PKS. “(Harapannya dapat) memudahkan publik untuk ingat PKS (sebagai) partai yang kuat berkhidmat untuk rakyat,” ujarnya.

sumber : https://news.detik.com

PKS Tegaskan tak Khawatir dengan Koalisi Besar Poros Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua DPP PKS Almuzzamil Yusuf tidak khawatir dengan makin besarnya koalisi poros pendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Itu setelah dua partai disebut-sebut telah merapatkan dukungan mendukung Jokowi.

Menurut Almuzzamil, besarnya dukungan tidak mutlak menentukan kemenangan dalam kontestasi pemilu. Ia mencontohkan dengan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, di mana Gerindra-PKS koalisi paling sedikit dibandingkan calon lainnyam

“Nggak masalah. Seberapa besar dukungan partai itu tak menentukan. Karena yang lebih menentukan adalah preferensi publik dan kecenderungan publik,” ujar Almuzzamil di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/4).

Karena itu, PKS optimistis akan meraih hasil yang diharapkan di Pilpres 2019 mendatang bersama koalisi dengan Partai Gerindra. Sebab, PKS meyakini banyak masyarakat yang menghendaki kepemimpinan baru.

“Kami optimis masyarakat dalam survei-survei juga menghendaki kepemimpinan yang baru,” ujar Anggota Komisi III DPR itu.

Ia menambahkan, meskipun saat ini koalisi PKS dan Gerindra belum juga mendeklarasikan pasangan calonnya. Namun, ia optimistis salah satu kadernya dari sembilan nama yang disiapkan PKS akan menjadi pasangan dari koalisi PKS- Gerindra itu.

“Insyaallah terpilih, kami optimistis,” ujarnya.

Sebab, saat ini PKS juga masih menunggu Partai Gerindra untuk mematangkan deklarasi terhadap Prabowo Subianto. Sejauh ini ia mengungkap, komunikasi PKS dengan Partai Gerindra, hanya Prabowo calon terkuat yang diusung Gerindra.

Hal itu juga untuk menepis kabar yang mengatakan kemungkinan Prabowo tak akan maju sebagai calon presiden dan mendorong sosok lain. “Sejauh ini firm belum ada nama di luar yang kami dengar selama ini. Pak Prabowo dan Salim Segaf, dua pimpinan yang akan menyelesaikan persoalan capres cawapres. Namun Kami hormati apapun keputusan Gerindra sebagaimana kami ingin dihormati juga keputusan kami,” kata Almuzzamil.

sumber : http://nasional.republika.co.id

Besok, Gerindra Deklarasikan Prabowo Capres

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Partai Gerindra dijadwalkan akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4). Hal itu dibenarkan oleh Wakil Sekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade saat dihubungi Republika, Selasa, (10/4).

“Agenda besok Partai Gerindra akan memberikan mandat kepada Pak Prabowo (sebagai capres),” ujarnya.

Andre menjelaskan maksud pemberian mandat tersebut dilakukan agar Prabowo bisa langsung melangsungkan safari politik ke pihak-pihak yang dianggap mampu mendulang perolehan dukungan. “Sehingga Pak Prabowo bisa berkomunikasi dengan parpol koalisi lalu juga Pak Prabowo juga bisa keliling masyarakat, juga bertemu tokoh masyarakat, ulama habib dan kiai untuk minta dukungannya,” katanya.

Andre menambahkan, Rakornas besok rencananya akan dilaksanakan pukul 09.00 WIB pagi hingga jam 22.00 WIB dan dihadiri oleh kader Partai Gerindra dari seluruh Indonesia. Saat dikonfirmasi, Andre menyatakan tidak ada partai koalisi yang hadir sebab agenda tersebut adalah agenda internal.

“Besok baru Partai Gerindra mendeklarasikan Pak Prabowo kalau Pak Prabowo nanti, tunggu waktunya dengan bersama cawapresnya,” tegasnya.

sumber : http://nasional.republika.co.id